Anwar Ibrahim Tuding Pemerintah Malaysia Tutupi Hilangnya MH370
Anwar mengaku bingung mengapa sistem radar Marconi yang sangat canggih, yang dia setujui untuk digunakan ketika dia menjabat Menteri Keuangan pada tahun 1994 lalu, gagal mendeteksi arah penerbangan MH370 saat itu. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (4/4/2014).
Anwar menyebut hal ini 'tidak hanya tidak bisa diterima, tapi juga tidak mungkin, tidak layak'. Bagaimana bisa MH370 mengudara di atas sedikitnya empat provinsi di Malaysia tanpa terdeteksi.
"Saya meyakini pemerintah tahu lebih banyak dari kita," ujar Anwar.
"Kita memang tidak memiliki kecanggihan seperti Amerika Serikat atau Inggris, tapi kita masih memiliki kemampuan untuk melindungi perbatasan kita," imbuhnya.
Sistem radar yang dimiliki Malaysia berada di dekat Laut China Selatan dan mampu mendeteksi seluruh wilayah daratan Malaysia. Anwar kemudian membela pilot MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah yang kini menjadi sosok yang paling dicurigai dalam insiden hilangnya MH370 ini.
Zaharie diyakini sebagai satu-satunya orang di dalam pesawat yang memiliki kemampuan untuk menerbangkan pesawat hingga ke wilayah Samudera Hindia. Zaharie yang berusia 53 tahun ini dikenal sebagai kerabat Anwar dan juga anggota partai politiknya.
"Jika Anda mengatakan bahwa sang pilot mungkin saja terlibat, bagaimana dengan menyembunyikan (informasi)? Dia tidak bisa menyembunyikan catatan radar. Dia tidak mungkin menginstruksikan Angkatan Udara untuk tetap diam," cetusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar